Article, Helm Safety

Jenis Atau Tipe Helm Safety yang Perlu di Pahami

Helm safety modern yang lebih efektif dan nyaman baru dikembangkan pada tahun 1950-an dan 1960-an. Pada tahun 1953, Dr. Hugh De Haven memperkenalkan konsep “Crash Helmet” yang terdiri dari lapisan busa yang digunakan untuk menyerap kekuatan benturan pada kepalanya. Ide ini kemudian menjadi dasar untuk pengembangan helm safety modern.

Apa yang di maksud dengan Helm Safety?

Helm safety atau helm keselamatan adalah jenis helm yang dirancang khusus untuk melindungi kepala dari cedera akibat tumbukan atau benturan di tempat kerja atau saat melakukan kegiatan yang berisiko. Berikut adalah Bermacam-macam helm Proyek atau safety yang umum digunakan:

1. Helm Topi (Hard Hat)

Ini adalah jenis helm safety yang paling umum dan sering digunakan di tempat kerja. Helm topi terbuat dari bahan keras seperti polikarbonat atau plastik ABS dan dirancang untuk melindungi kepala dari tumbukan atau benda jatuh.

2. Helm Khusus (Specialized Helmets)

Jenis helm ini dirancang khusus untuk kebutuhan khusus seperti perlindungan dari panas, api, atau bahan kimia. Contohnya adalah helm las yang dirancang untuk melindungi kepala dari sinar UV, atau helm untuk petugas pemadam kebakaran yang dilengkapi dengan pelindung wajah dan sistem pendingin.

3. Helm Anti-Trauma

Dirancang khusus untuk melindungi kepala dari dampak fisik yang lebih rendah seperti benturan dan memar. Helm ini terbuat dari bahan lembut dan empuk seperti busa, dan sering digunakan dalam olahraga.

4. Helm Reflektif

Helm ini dilengkapi dengan bahan reflektif yang membuat pengguna lebih terlihat di tempat kerja atau di jalan raya pada saat gelap atau kondisi pencahayaan yang rendah.

5. Helm Insulasi

Adalah jenis helm khusus yang dirancang untuk melindungi kepala dari suhu ekstrem atau panas tinggi. Helm ini terbuat dari bahan yang dapat menahan panas seperti serat kaca dan serat aramid.

Perlu diingat bahwa jenis helm safety yang tepat untuk digunakan tergantung pada jenis pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan serta risiko keselamatan yang terkait dengan kegiatan tersebut.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *