Perbedaan sound level meter tipe 1 dan tipe 2 penting diketahui sebelum memilih alat ukur kebisingan untuk kebutuhan industri. Kedua jenis alat ini digunakan untuk mengukur tingkat tekanan suara dalam satuan desibel (dB). Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam akurasi, toleransi pengukuran, dan penggunaannya di lingkungan kerja.
Sound level meter banyak digunakan dalam program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk memantau paparan kebisingan serta membantu perusahaan menentukan langkah perlindungan pendengaran bagi pekerja.
Apa Itu Sound Level Meter Tipe 1 dan Tipe 2?
Sound level meter tipe 1 dan tipe 2 merupakan klasifikasi alat ukur kebisingan berdasarkan standar teknis IEC 61672-1. Perbedaan utamanya terletak pada toleransi akurasi dan karakteristik respons pengukuran.
Sound level meter tipe 1 dirancang untuk pengukuran presisi tinggi. Alat ini cocok digunakan untuk pengujian kebisingan yang membutuhkan ketelitian lebih tinggi, seperti pengukuran lingkungan, evaluasi akustik, serta kegiatan pengukuran profesional.
Sementara itu, sound level meter tipe 2 digunakan untuk pengukuran umum dengan persyaratan akurasi yang lebih longgar. Alat ini sering dimanfaatkan dalam pemeriksaan kebisingan di area pabrik, bengkel, dan lingkungan kerja industri.
Perbedaan Sound Level Meter Tipe 1 dan Tipe 2
Berikut beberapa perbedaan yang perlu diperhatikan sebelum memilih alat ukur kebisingan:
- Akurasi pengukuran: Tipe 1 memiliki toleransi yang lebih ketat, sedangkan tipe 2 memiliki toleransi yang lebih longgar sesuai standar yang berlaku.
- Penggunaan: Tipe 1 lebih sesuai untuk pengukuran presisi dan analisis akustik. Tipe 2 cocok untuk pemantauan kebisingan umum.
- Rentang frekuensi: Karakteristik respons frekuensi tipe 1 umumnya memiliki persyaratan lebih ketat dibandingkan tipe 2.
- Biaya investasi: Perangkat tipe 1 umumnya lebih mahal karena persyaratan performanya lebih tinggi, meskipun harga sebenarnya bergantung pada merek dan fitur.
- Pemilihan alat: Keduanya harus dipilih berdasarkan tujuan pengukuran, standar yang dibutuhkan, serta kondisi lingkungan kerja.
Pentingnya Pengendalian Kebisingan di Tempat Kerja
Hasil pengukuran sound level meter membantu perusahaan mengidentifikasi area dengan tingkat kebisingan tinggi. Data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi risiko gangguan pendengaran dan menentukan langkah pengendalian yang sesuai.
Selain melakukan pengukuran secara berkala, perusahaan perlu menyediakan alat pelindung diri (APD) pendengaran, seperti earplug dan earmuff. Earplug dimasukkan ke saluran telinga untuk membantu mengurangi paparan suara, sedangkan earmuff menutupi telinga menggunakan bantalan khusus.
Perlengkapan safety lainnya, seperti safety helmet, safety glasses, sarung tangan safety, dan sepatu safety, juga penting untuk melindungi pekerja dari bahaya lain di lingkungan industri.
Pilih Peralatan Safety Sesuai Kebutuhan
Memahami perbedaan sound level meter tipe 1 dan tipe 2 membantu perusahaan menentukan alat ukur yang sesuai dengan kebutuhan pengujian kebisingan. Kombinasi pengukuran yang tepat, pengendalian sumber suara, dan penggunaan APD mendukung penerapan K3 yang lebih efektif.
Anugrah Sentosa Proteksindo menyediakan berbagai kebutuhan alat safety, APD, dan perlengkapan industri untuk mendukung keselamatan kerja di berbagai sektor usaha.













WhatsApp us