Cara menggunakan sound level meter perlu dipahami oleh petugas K3, teknisi, dan perusahaan yang ingin memantau tingkat kebisingan di lingkungan kerja. Pengukuran kebisingan penting untuk mengidentifikasi potensi bahaya suara dari mesin produksi, kompresor, peralatan bengkel, dan aktivitas industri lainnya.
Sound level meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui tingkat tekanan suara dalam satuan desibel (dB). Dengan pengukuran yang tepat, perusahaan dapat mengevaluasi paparan kebisingan dan menentukan langkah pengendalian sesuai standar keselamatan kerja.
Langkah-Langkah Menggunakan Sound Level Meter
Berikut beberapa langkah dasar menggunakan sound level meter untuk pemeriksaan kebisingan di tempat kerja.
1. Periksa Kondisi dan Pengaturan Alat
Pastikan sound level meter dalam kondisi baik, baterai mencukupi, dan mikrofon tidak mengalami kerusakan. Periksa juga status kalibrasi alat. Gunakan pengaturan pembobotan frekuensi A (dBA) untuk pengukuran kebisingan lingkungan kerja apabila sesuai dengan tujuan pengukuran.
2. Tentukan Lokasi Pengukuran
Pilih titik pengukuran yang mewakili area aktivitas pekerja, seperti dekat mesin produksi, ruang kompresor, atau area pemotongan material. Catat kondisi operasional mesin dan aktivitas yang berlangsung agar hasil pengukuran dapat dievaluasi dengan benar.
3. Lakukan Pengukuran Kebisingan
Nyalakan alat dan arahkan mikrofon sesuai petunjuk produsen. Pegang alat pada posisi yang sesuai, hindari menutupi mikrofon, dan usahakan tubuh tidak menghalangi sumber suara. Lakukan pengukuran selama durasi yang memadai untuk mewakili kondisi kerja, kemudian catat hasilnya dalam dB atau dBA.
4. Evaluasi Hasil Pengukuran
Bandingkan hasil pengukuran dengan persyaratan yang berlaku. Di Indonesia, Permenaker Nomor 5 Tahun 2018 menetapkan nilai ambang batas kebisingan sebesar 85 dBA untuk paparan 8 jam sehari. Penilaian risiko juga perlu mempertimbangkan durasi paparan dan pola kebisingan selama bekerja.
Untuk memahami ketentuannya, baca artikel standar kebisingan tempat kerja.
Perlengkapan Safety untuk Mengendalikan Kebisingan
Jika hasil evaluasi menunjukkan risiko kebisingan, perusahaan perlu menerapkan pengendalian melalui perawatan mesin, pemasangan peredam suara, serta pengaturan durasi paparan. Pengukuran menggunakan noise dosimeter dapat membantu mengevaluasi paparan suara pekerja selama aktivitas kerja.
Selain itu, gunakan alat pelindung diri (APD) pendengaran seperti earplug dan earmuff sesuai hasil penilaian risiko. Perusahaan juga perlu memastikan pekerja mendapatkan edukasi K3 dan pemeriksaan pendengaran sesuai program kesehatan kerja.
Kesimpulan
Memahami cara menggunakan sound level meter membantu perusahaan memantau kebisingan dan meningkatkan keselamatan pekerja. Pengukuran yang benar, evaluasi paparan, dan pemilihan perlindungan pendengaran yang sesuai merupakan bagian penting dari program K3.
PT Anugrah Sentosa Proteksindo menyediakan berbagai perlengkapan safety, APD, dan peralatan industri untuk mendukung kebutuhan keselamatan kerja. Pilih perlengkapan yang sesuai dengan bahaya di lingkungan kerja Anda.













WhatsApp us